Kamis, 07 Maret 2013

Sofrskill-1 Ilmu Budaya Dasar

Nama : Anggi
KLS   : 4KA39
NPM  :  19112289

Ilmu Budaya Dasar (IBD) merupakan ilmu yang membicarakan pengetahuan dasar dan pemahaman umum tentang rancangan yang dikembangkan untuk mengkaji problematika antara manusia dengan kebudayaan. IBD diberikan di jenjang pendidikan perguruan tinggi yakni khususnya kaum intelektual yaitu mahasiswa, karena mereka memiliki pola berpikir yang lebih luas, lebih peka & lebih menyadari terhadap diri sendiri sebagai makhluk individu maupun sebagai bagian masyarakat (makhluk sosial) & juga nilai-nilai moral, kebudayaan.  Konsep mata kuliah IBD dalam bahasa Indonesia merupakan suatu pengembangan & pengganti dari istilah ilmu dalam bahasa Inggris yaitu “Basic Humanities” yang berasal ilmu “The Humanities” (Pengetahuan Kebudayaan). Kata Humanties pun berasal dari bahasa Latin yaitu Humanus; yang artinya adalah manusiawi, berbudaya, halus. Sehingga dengan mempelajari The Humanities, diharapkan seseorang tersebut ‘akan menjadi menjadi seorang individu yang lebih manusiawi, lebih berbudaya & lebih halus’ atau dapat disimpulkan dengan manusia yang memiliki nilai sebagai homo humanus; manusia yang berbudaya. Agar lebih jelas kita perlu memahami perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) dengan Pengetahuan Budaya (The Humanities). Pengetahuan Budaya (The Humanities) hanya mencakup pengetahuan dari cabang disiplin ilmu seni & filsafat. Keahlian meliputi bidang: seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain.. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu ilmu yang membcrikan pengetahuan dasar dan pemahaman umum tentang rancangan yang dikembangkan untuk mengkaji problematika antara manusia dengan kebudayaan. Problematika yang terjadi dalam Ilmu Budaya Dasar (Basic Huamnities)membutuhkan pendekatan-pendekatan rasional yang sesuai dengan ilmu Pengetahuan Budaya (The Humanities). Kesimpulannya, IBD menggunakan pengertian, pemahaman & penalaran rasional yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran & kepekaan dalam mengkaji masalah yang terjadi antara manusia dengan kebudayaan. Setelah mempelajari mata kuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan sikap-sikap yang sesuai dengan nilai-nilai moral kebudayaan, dengan penuh tanggung jawab & menolak nilai yang bertolak belakang serta tidak dapat untuk diterima, dan secara singkat saya dapat menyimpulkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.
Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah

1.  Manusia Dan Harapan
  • Kepercayaan
  • Harapan
2.  Manusia Dan Kegelisahan
  • Keterasingan
  • Kesepian
  • Ketidakpastian
3.  Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
  • Kesadaran
  • Pengorbanan
4.  Manusia Dan Pandangan Hidup
  • Cita-Cita
  • Kebijakan
5.  Manusia Dan Cinta Kasih
  • Kasih Sayang
  • Kemesraan
  • Pemujaan
6.  Manusia Dan Keindahan
  • Renungan
  • Kehalusan
7.  Manusia Dan Penderitaan
  • Rasa Sakit
  • Siksaan
  • Kesengsaraan
8.  Manusia Dan Keadilan
  • Kejujuran
  • Pemulihan Nama Baik
  • Pembalasan
 Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.     Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
o    alat-alat teknologi
o    sistem ekonomi
o    keluarga
o    kekuasaan politik
2.     Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)
Sumber :